DAMN!!!! Gue kutuk diri gue sendiri. Gue bukan anak bau kencur, gue bukan abege yang baru pertama kali merasakan ciuman. Tapi ciuman yang diberikan Robby membuat gue terpana. Pun ketika gue balas mencium bibir si Robby, bukan dengan ciuman ganas dan penuh nafsu, tapi dengan penuh kelembutan, ingin kurasakan bibir itu bukan hanya memakannya tapi juga menikmatinya.
Menciumnya sambil menatap matanya, menyaksikannya meleleh dan pasrah. Gue mau we make love, not just have sex. Dan Robby sangat... kooperatif. Gue yang memegang kendali atas pemainan kami and he follow my lead. Seperti terhubung oleh telepati, gue tak perlu susah payah mengkoordinir Robby agar mengikuti kemauan gue. Everything just happen.... ging with the flow.

