Tampilkan postingan dengan label cerita kedua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita kedua. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Agustus 2012

Cerita Kedua - Epilog 2 (Elensar)

- 0 comments
DAMN!!!! Gue kutuk diri gue sendiri. Gue bukan anak bau kencur, gue bukan abege yang baru pertama kali merasakan ciuman. Tapi ciuman yang diberikan Robby membuat gue terpana. Pun ketika gue balas mencium bibir si Robby, bukan dengan ciuman ganas dan penuh nafsu, tapi dengan penuh kelembutan, ingin kurasakan bibir itu  bukan hanya memakannya tapi juga menikmatinya.

Menciumnya sambil menatap matanya, menyaksikannya meleleh dan pasrah. Gue mau we make love, not just have sex. Dan Robby sangat... kooperatif. Gue yang memegang kendali atas pemainan kami and he follow my lead. Seperti terhubung oleh telepati, gue tak perlu susah payah mengkoordinir Robby agar mengikuti kemauan gue. Everything just happen.... ging with the flow.
[Continue reading...]

Kamis, 23 Agustus 2012

Cerita Kedua - Epilog 1 (Robby)

- 0 comments
Aku mulai menyadari sepenuhnya akan "kebengkokanku" ketika aku masuk SMA (telat banget yah?). Walaupun demikian tak banyak yang aku lakukan sehubungan dengan hal itu. Well... Aku googling di internet nyari gambar2 cowok cakep (naked or not naked), menemukan video-video (baik yang bisa di donlot maupun tidak). Membuka akun di beberapa gay network, hanya untuk mengintip member-member situs tersebut #blushing

Tapi di kehidupan nyata, aku hanya berani untuk mengagumi, nge gebet cowok-cowok cakep disekelilingku dan kemudian menjadikannya bahan rumpian dengan temen chat ku yang berasal dari daerah berbeda.
[Continue reading...]

Cerita Kedua (III)

- 0 comments
Gue seneng dan puas, presentasi-presentasi di hari kedua berjalan dengan lancar, gue yakin bakal banyak deal dengan klien-klien perusahaan. Dan semuanya tidak lepas dari bantuan si Robby, anak kecil ini ternyata bisa diandalkan. 


Kelar presentasi, kami masih punya banyak waktu. Selesai mandi dan berganti pakaian, kami berjalan-jalan menelusuri kota S. Robby kembali menjadi dirinya sendiri, seorang mahasiswa kuliahan dengan menggenakan T-Shirt warna cerah dan celana jeans.

Sepanjang perjalanan dia kelihatan senang sekali dan kami sudah seperti kakak beradik. Sekali algi aku dikagumkan oleh Robby, dia menunjukkan tempat-tempat menarik untuk dikunjungi, tempat makan maupun tempat nyaman untuk menikmati kopi sambil menikmati pemandangan orang berlalu lalang.

Sekitar pukul 10 malam kami sudah kembali ke hotel, dengan perut kenyang dan bertas-tas penuh dengan berbagai macam oleh-oleh baik pesanan keluarga Robby maupun untuk teman-teman kantor. Sambil ketawa-ketawa kami menuju lobby untuk meminta kunci kamar kami. Baru beberapa langkah meninggalkan lobby, mendadak Robby berkata.

"Mas... Bisa agak cepat nggak?"

"Kenapa emangnya?"

[Continue reading...]

Senin, 06 Agustus 2012

Cerita Kedua (II)

- 0 comments
Hari ini aku menjalani interview di sebuah perusahaan tempat aku magang nanti. Bukan sebuah yang besar namun banyak dosen yang merekomendasikan untuk magang di sana, terutama bagi mahasiswa yang benar-benar pengen mengasah kemampuannya. Tidak mudah untuk magang di sini, mereka sangat ketat dalam menyaring lamaran yang masuk. Dan Alhamdulillah, hari ini aku berkesempatan untuk interview.

Cukup panjang jalan yang harus aku tempuh untuk bisa magang di perusahaan ini. 2 minggu setelah lamaranku masuk, baru ada panggilan interview, dan itupun ternyata interview 1. Gila… Ini interview apa kuis dosen sik? Pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan staff HRD benar-benar menguras ilmu yang aku pelajari selama ini. Keesokan harinya aku kembali harus menghadapi interview kedua, kali ini bersama wakil direksi, untungnya interview kali ini bersifat umum, tidak sesusah yang kemarin. Dan akhirnya, aku dinyatakan diterima untuk magang di perusahaan tersebut. Tak perlu menunggu lama, aku diharuskan mulai masuk kerja keesokan harinya.
[Continue reading...]

Jumat, 03 Agustus 2012

Cerita Kedua (I)

- 2 comments
Gue pikir setelah semua yang lu lakukan ke gue, gue bakalan hancur. Gue ngerasa sial bener nasib gue, punya pacar banci bajingan. Selama beberapa hari gue kutuk diri gue sendiri atas kebodohan gue yang mengira elu orang baik-baik. DAMN!!!! Gue buang semua jejak lu dari rumah gue, gue hapus lagu-lagu favorit lu dari playlist gue. Semuanya tak tersisa sedikitpun, namun rasa penyesalan dan sakit hati tak bisa hilang semudah aku membuang semua barang-barang yang mengingatkan gue sama dia.

Sampai suatu saat, gue menyadari satu gak bener kalau terus-terusan gini, hidup gue maju kedepan, dan yang sudah terjadi gak bisa menghambat gue untuk hidup. Akhirnya gue bilang.

“Tuhan, aku mau melanjutkan hidupku. Aku tak mau apa yang telah terjadi padaku menjadi penghambatku dan aku tak mau mengingatnya lagi.”
[Continue reading...]
 
Copyright © . Cerita Fin - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger